Uji Kompetensi Browser Attack Basics
Checkpoint untuk mengidentifikasi risk browser-facing dan menjelaskan safer alternative tanpa melebih-lebihkan capability frontend.
Yang dicek
- Mengidentifikasi unsafe rendering, CSRF boundary, dan CORS misconception pada satu feature
- Memilih validation, rendering, atau sanitization path yang proporsional
- Mereview package risk dengan evidence dan QA plan
- Menulis security note yang defensif serta dapat ditindaklanjuti team
Isi lesson
6 blok- 1.Checkpoint: review feature dari source data sampai browser UIBelum selesaiWajib
- 2.QuizBelum selesaiWajib
- 3.Coding practiceBelum selesaiWajib
- 4.Writing practiceBelum selesaiWajib
- 5.Baca security docs untuk memilih boundary yang tepatBelum selesaiWajib
- 6.RingkasanBelum selesaiWajib
Checkpoint: review feature dari source data sampai browser UI
WajibCourse Admin akan merilis feature learner review. Learner mengirim text review dan admin dapat memberi label internal. Product juga mempertimbangkan formatting rich text. Profile preference memakai cookie session dan mutation ke API. App membaca API dari origin berbeda di staging. Team ingin menambahkan package untuk memformat content serta melihat satu advisory pada dependency lama. Requirement belum menjelaskan siapa yang memiliki sanitization policy, apakah CORS dianggap permission, atau bagaimana package baru akan diuji.
Pada checkpoint ini, jangan membuat exploit example, raw HTML renderer, proxy workaround, token, atau code untuk melewati browser protection. Identifikasi source input, rendering choice, request boundary, CORS owner, validation/sanitization decision, dan dependency review. Kesiapan berarti dapat menyebut risk secara proporsional, memilih safer alternative, dan mengarahkan pertanyaan ke owner yang tepat.
Bagian ini memengaruhi progres lesson.
Quiz
WajibUji Kompetensi Browser Attack Basics
Jawab pertanyaan satu per satu. Kamu bisa ulang quiz jika belum mencapai target lulus.
Target lulus
70/100
Skor terbaik
0/100
Status
Belum dikerjakan
Blok ini wajib untuk menyelesaikan lesson. Progres quiz naik setelah skor mencapai target lulus.
Pertanyaan 1 dari 6
Target lulus: 70
Untuk review user yang hanya perlu tampil sebagai text, pilihan paling tepat adalah
Coding practice
WajibDibuka di workspace khususDiagnose course browser risk checkpoint
Map browser-facing risk ke safer next step tanpa merender raw HTML, menjalankan request, atau memberi bypass.
Tujuan awal: Fokus di tab TS.
Practice ini dibuka di workspace khusus. Buka practice untuk memakai editor, preview, dan cek otomatis.
Tombol selesai aktif setelah semua validasi wajib lolos.
Writing practice
WajibLatihan menulis
Tulis browser-facing risk review untuk feature learner review. Jelaskan source input dan rendering path, safer alternative bila rich text belum memiliki policy, mutation cookie-based serta boundary CSRF, perbedaan CORS dari authorization, validation versus sanitization, dan package review sebelum penambahan. Tambahkan satu local/staging QA scenario, satu pertanyaan untuk owner backend/security, satu evidence yang dapat dicatat, dan satu hal yang tidak boleh dilakukan di browser. Jangan memakai payload, bypass, credential, atau klaim security yang belum diuji.
Tulis draft dulu sebelum menandai writing practice selesai.
0/900 karakter
Checklist panduan
Checklist ini hanya panduan. Kamu tidak harus mencentang semuanya.
Documentation Bridge
WajibBaca security docs untuk memilih boundary yang tepat
Gunakan sumber resmi sebagai panduan prevention dan review. Fokus pada safe rendering, request boundary, CORS ownership, serta dependency review; jangan mencoba payload, bypass, offensive scan, atau policy production tanpa owner.
OWASP
Cross Site Scripting Prevention Cheat Sheet
Fokus baca
- Untrusted content, framework escaping, safe sink, dan HTML sanitization concept.
- Mengapa raw HTML escape hatch membutuhkan review.
Abaikan dulu
- Payload crafting, context encoding detail, filter evasion, dan offensive testing.
OWASP
Cross-Site Request Forgery Prevention Cheat Sheet
Fokus baca
- CSRF sebagai unwanted authenticated request.
- Server-side defense dan cookie-based application context.
Abaikan dulu
- Implementasi token, bypass technique, dan framework-specific configuration detail.
MDN Web Docs
Content Security Policy
Fokus baca
- CSP sebagai defense-in-depth browser policy.
- Mengapa safe rendering tetap diperlukan.
Abaikan dulu
- Menulis policy production, nonce/hash strategy, dan reporting infrastructure.
MDN Web Docs
Cross-Origin Resource Sharing
Fokus baca
- Origin, credential, response policy, dan browser symptom.
- CORS sebagai boundary berbeda dari authorization.
Abaikan dulu
- Proxy workaround, bypass, dan deployment configuration tanpa owner API.
MDN Web Docs
Same-origin policy
Fokus baca
- Mengapa browser membatasi cross-origin read.
- Hubungan same-origin policy dan CORS.
Abaikan dulu
- Browser isolation internals yang tidak relevan dengan feature saat ini.
React
Common props: dangerously setting inner HTML
Fokus baca
- Mengapa React menandai raw HTML escape hatch sebagai dangerous.
- Default text rendering versus reviewed HTML requirement.
Abaikan dulu
- Menggunakan raw HTML API sebelum sanitization path dan owner security jelas.
OWASP
Vulnerable Dependency Management Cheat Sheet
Fokus baca
- Dependency inventory, advisory triage, update review, dan test setelah perubahan.
- Supply chain awareness tanpa panic update.
Abaikan dulu
- Advanced software supply chain architecture, malware analysis, dan offensive scanning.
Aksi setelah membaca
Review satu feature local React atau Next.js yang menerima input atau memakai package. Catat source input, render path, apakah raw HTML dipakai, cookie/session boundary, origin API, package yang baru atau sensitif, satu risk, dan satu safer alternative. QA scenario dilakukan di local atau staging aman. Jangan menguji payload, mencoba bypass, menyalin credential, atau mengubah production policy tanpa owner.
Bagian ini memengaruhi progres lesson.
Ringkasan
Wajib- Untrusted content membutuhkan render path yang aman; plain text adalah default yang tepat bila rich text tidak diperlukan.
- CSRF defense dan authorization berada pada server/provider boundary, sedangkan CORS adalah browser response policy.
- Validation, sanitization, output encoding, dan permission memiliki peran yang berbeda.
- Dependency perlu direview berdasarkan requirement, source, maintenance, footprint, advisory, serta QA update.
- Kamu siap melanjutkan ke Secrets, Tokens, and Permissions untuk memperkuat boundary credential dan honest permission UI.
Bagian ini memengaruhi progres lesson.
Langkah berikutnya
Selesaikan bagian wajib checkpoint ini
Lanjutkan blok wajib berikutnya: Checkpoint: review feature dari source data sampai browser UI.